Jumat, 21 September 2012

WISH

I have been in 3th grade in senior high schoo, the last grade or they say "senior"
3th years past and its so fast
i cant ignore thats fact im going old old and old
this november i will take my sweet seventeen
what's my hope??
its secret but i will tell you
somethings that is always i wish in every invocation

1. I hope i have a harmony family

no one battle the other, everyone gather, wait one of else come home, and the also family dining time
but people must grow up, and then one by one leave this sweet home



2. I Hope i can entry 10th ranking in my class

My mother say if i can go in, she will give me all what i want. And i reallyreally want a new handphone. All of my friends have android and blacberry almost, but i have just old handphone. Its make me to try hard



3. I hope i can entire FSRD ITB in 2013

this my favorite direction. I know im not good in mathematic all about numberic with formula. But i know and i verryverry like to drawing and designing



4. Come to Korea and Japan

Actually i want to visite all the country in this world but that two country i want so much. The correct is i want stay there and build a small family who big with love :*



4. I hope all my friends can get their dreams too



what the last say when you was pray??

A to the MEN AMEN

God, i wish that come truee


Selasa, 26 Juni 2012

draft b1a4 fanfict


Hari demi hari, minggu yang berlalu, berbulan-bulan yang kutunggu. Setiap detik, menit, jam kunikmati, setiap udara yang kuhirup, setiap makanan yang kulahap. Kamu siapa yang sudah menjadikan hari-hariku berwarna…
PLUK! Sebuah pukulan sukses mendarat di atas kepalaku membuyarkan lamunanku tentangnya.
“Ya! Ren-ah! Appo!” keluhku pada sipelaku. Wajah cantik tertangkap ketika ku menoleh. Dia, yang bernama Ren itu dengan wajah flatnya tengah mencari tahu apa yang sedari tadi mencuri perhatianku.
“Cih, siang bolong gini mimpi.” Cibirnya mengetahui apa yang sedang kulakukan sedari tadi. Kami sedang menikmati cemilan di kala istirahat. Ren tengah berkeluh untuk yang kesekian kalinya dia di anggap yeoja oleh seseorang yang baru ditemuinya. Itu bukan cerita luar biasa lagi karena terlalu sering terjadi, jadi aku lebih memilih mengamati “seseorang”.
“Hah~ Ren-ah dia benar-benar seperti pangeran…” ucapku seraya menghembuskan nafas ketenangan ketika menatap wajahnya-walau dari jauh-
“Teruslah bermimpi, entah kapan kau akan terbangun, juga bagaimana…” keluh Ren yang ikut bosan akan kebiasaanku ini.
Dia, seniorku. Pria yang jauh di sana yang tengah berkumpul dengan teman-temannya itu di depan kelas eklusif. Rambutnya merah mencolok, benar-benar menarik perhatian. Kulit wajahnya putih menyala dengan bibir tipis berwarna pink yang suka di gigitnya. Beating lips yang menggemaskan. Dia seniorku yang langsung memekarkan bunga-bunga di hati ini pada hari pertama aku bersekolah.
“Bahkan namanya saja kau tidak tau…” Ren lagi-lagi mengusik hayalanku. Aku balas menatap tajam kearahnya.
“Tapi benarkan?”jawab Ren menganggkat bahu. Tatapanku berubah menjadi ingin menangis. Benar, benar sekali… Tapi, aku menggeleng cepat.
“Gwaencanayo, meski aku tak tau namanya, meski aku cuman bisa mencuri-curi pandang darinya, itu sudah cukup.” Tegasku kukuh.
Ren menatapku dengan raut tak percaya. Itu membuatku menjadi kikuk, lebih baik aku memerhatikan pangeran itu saja.
“Kau orang paling aneh Hyunie-ah~” Ren membuka mulut. Aku malas bertatapan dengannya.
“Tak mungkin, seseorang yang menyukai tapi tidak ingin memiliki…” lanjut Ren menyenderkan diri ke tembok. Aku sedikit acuh tak acuh dengan perkataannya.
“Aku sering dengar dari orang kok, cinta itu tak harus memiliki.” Jawabku asal karena aku sendiri belum pernah berpacaran.
“Itu kalau kau sudah berusaha.” Ren dengan santainya menjawab, tapi rasanya bagai serangan sejuta jarum menyerangku. Tubuhku kaku.
“Suatu hari kau harus menghadapi kenyataan Hyunnie-ah~” aku sedikit meng”iya”kan ucapannya dalam hati.
“Karena dalam mimpi kau tak bisa melakukan apapun, tapi di kenyataan sesuatu apapun itu bisa terjadi.” Lanjut Ren. Aku tau itu perkataan positif untuk mengoptimiskan diri. Ucapan Ren memang selalu benar dan masuk logika. Sebagai seorang teman yang pertama di sekolah menengah ini, aku selalu mendengar perkataannya. Karena aku yang sedikit tertutup dan lebih suka menghayal. Tanpa sengaja, aku takut akan kenyataan. Tapi Ren, dia manusia yang selalu menghiburku bahwa kenyataan tak begitu menakutkan. Aku tau, karena tak mungkin tak ada alas an dibalik tingkahku ini.
Aku diam sejenak, kelut pikiranku sepertinya tergambar di atas mimik. Entah kenapa kesuraman datang bagai tsunami.
Ren menatapku, kembali heran. Tapi bel tanda istirahat selesai berbunyi. Arus balik mulai muncul. Tapi aku masih dalam keheninganku.
“Apa aku mengatakan hal yang salah??” gumam Ren berbisik pada dirinya sendiri tapi terdengar olehku.
“Aniyo” gelengku dengan senyum kecut.
“Gwaenchana~” tawaku terdengar terpaksa, benar-benar acting gagal. Ren mengamatiku kasian.
“Sudahlah, ayo masuk.” Ajakku menarik lengan baju Ren sambil berjalan.
“Hyunnie-ah~” Ren memanggil namaku. Aku menoleh tanpa suara. Ren mendekatkan bibirnya di daun telingaku.
“Jinyoung~ Namanya adalah Jinyoung…”bisik Ren kemudian pergi menjauh menuju bangkunya. Aku membeku sebentar, suara Ren yang membertahukan nama pangeran itu terulang dan terulang. Otakku penuh dengan namanya dan hatiku bergejolak mendengar namanya. Sungguh, aku telah jatuh cinta.
==
JINYOUNG POV
“Jadi persamaan berikut bisa diturunkan menjadi blahblehblohlalala(?)”
Dengan tak sengaja tanganku menulis atas rumus-rumus yang tertera di papan tulis tersebut. Penjelasan pria tua yang sebenarnya berisik itu mau tak mau aku dengarkan.
CIH!
Untuk apa aku melakukan semua ini? Entah apa itu akar, bilangan kuadrat, turunan, invers… Sesuatu yang tak di perlukan untuk menaklukkan dunia. Ya! Aku ini pangeran! Siapa kamu yang begitu cerewet dan mengapa harus aku dengar?!
“Maaf mengganggu songsaengnim, saya ada perlu dengan Jinyoung.” Suatu suara berat yang kuhapal itu memotong pembicaraan pria bawel tersebut. Aku terkikik pelan ketika wajah songsaengnim hampir saja memuncratkan amarah tetapi ternyata orang itu adalah kepala sekolah kami.
“Boleh saja pak, silahkan.” Balasnya kikuk. Dengan tatapan mata yang mengisyaratkan aku harus mengikuti pria dengan embel embel jabatan kepsek itu, aku bangkit dari bangku dan mengikutinya.
Kelas sudah jauh berlalu, di balik pintu itu adalah ruangan khusus kepala sekolah. Aku tak harus tegang karena dia tak mungkin bisa menghukumku.
“Ada apa memanggilku??” tanyaku merebahkan diri diatas sofa, sedangkan dia duduk di meja kantornya.
“Setahun ini sudah berapa kali kau tidak masuk kelas?” tanyanya mengambil kertas data. Aku bergidik bahu.
“Bukannya kau serba tau” jawabku acuh.
“My prince…” panggilnya tetap sibuk dengan data-data tersebut.
“Haa~ Aku rindu panggilan itu.” Seruku menerawang.
Aku ini adalah seorang pangeran. Silahkan tertawa atas bualan aneh ini. Tidak, ini benar. Pangeran Jinyoung dari negeri BANA. Negeri BANA adalah negeri yang penuh akan cinta, jantung kami adalah mutiara. Setiap mutiara memiliki warna yang berbeda berdasarkan sifat. Semakin indah warnanya menandakan banyak cinta yang dimilikinya. Tapi orang yang kehilangan mutiaranya akan dibuang.

#hening
#udahbuntu

Minggu, 15 April 2012

box from heaven


BOX’S FROM HEAVEN


Author : Binces
Note : ini hanya cerita fiksi, murni dari otak sendiri^^/ Aku paling suka cerita dengan latar Korea, jadi ceritanya ini orang Korea yaahh #maksa

Happy reading

And the story begin …

Kira-kira, sudah keberapa kalinya yah aku melewati jalan ini?? Sepertinya kalau di sebut angkanya, sudah keseribu kali. Selalu melewati jalan ini, dan batu beton yang tertanam itu pasti sudah hapal wangi sepatuku.
Hari ini genap 17 tahun aku hadir di sebuah mimpi kenyataan kedua orang tuaku. 17 tahun yang lalu dan sekarang, tak ada yang berubah dari tempat ini. Tapi aku mengerti sekali apa arti kata berubah itu.
Mendadak ayahku meninggal, disusul ibuku. Apa menurut mereka cukup satu tahun itu mengajariku arti kehidupan? Keduanya meninggal karena penyakit, mau apalagi, tak ada yang bisa kusalahkan.
Sang mentari pun tetaplah matahari. Sang rembulan tak lain adalah bulan. Kenapa hanya aku yang berubah? Kenapa hanya aku yang ditinggalkan?
Pagi menjemputku untuk menghadapi kenyataan. Akupun tak ingin hidup di dalam mimpi. Seindah apapun mimpi itu, kenyataan selalu menghantuiku.
Mataku terbuka. Tetap saja sehitam mimpiku. Enggan menarik tirai besar di samping tempat tidur untuk menghadirkan terang, ataupun menyalakan lampu. Biarlah, aku menikmati kegelapan ini.
Dengan menyeret kaki, aku berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap. Ada sebuah tempat yang harus selalu kukunjungi. Sekolah namanya, tempat yang mengajarkan murid-muridnya sesuatu yang berguna. Tapi tempat itu begitu terang, aku tak sanggup menatapnya…
Setelah selesai mengenakan seragam musim panas, aku menatap pantulan diriku di atas kaca. Lekungan hitam di bawah mata ini begitu mengganggu, aku memang mengalami syndrome susah tidur.
Tubuhku berputar, dalam pandangan lurus aku sudah dapat menemukan persegi panjang bercat coklat yang akan membawaku ke dunia luar sana. Hanya butuh sekitar 8 langkah untuk menggapai kenop pintu, rumahku memang versi mungil. Lagipula, hanya ada aku yang menjadi penunggunya.
Aku mendorong kenop itu, sekelibat cahaya menyerbu pupil mataku. Tanganku kutaruh diatas dahi, menghela cahaya itu datang. Setelah mengunci rumah, aku mulai menapaki jalan yang biasa aku lewati.
DUK!
Sepertinya kakiku menendang sesuatu. Sebuah kotak dengan lapisan kertas coklat sudah berpindah tempat yang asalnya berada di depan pagar rumahku. Apa itu kiriman buatku yah??
Aku menghampiri box coklat tersebut. Dengan berjongkok mulai meneliti kotak tersebut. Tak ada sedikitpun identitas yang tertera. Kugoyang-goyangkan kotak itu menerka isinya. Sedikit berat juga.
Dengan rasa penasaran, perlahan kusobek kertas yang membungkus dan membuka isinya. Di dalam kotak, ada sebuah kotak cantik dengan hiasan manic manic yang berkilau. Aku mengeluarkannya dengan hati-hati, ada kunci dan gembok yang tergantung di depannya. Aku memasukkan kunci tersebut dan gemboknya terbuka. Bentuknya seperti kotak harta karun, aku membukanya dan mendapatkan berbagai peralatan berhias yang cantik dan manis, ada beberapa tingkat dengan aksesoris yang berbeda, lalu di bagian dasarnya ada sebuah dress berbahan lembut berwarna lavender. Mulutku menganga lebar, sebenarnya aku sendiri bukan tipe yang suka berias diri, tapi melihat teman-temanku sepertinya menyenangkan. Tapi yang terpenting, siapa yang memberikan ini??
Perhatianku kembali ke dalam kotak, mungkin ada yang tersisa, dan benar. Sepucuk surat dengan gambar liontin yang sepertinya pernah kulihat sebelumnya. Aku tak terlalu menghiraukannya, kubuka surat tersebut. Tulisan bersambung yang indah, rasanya aku hapal. Aku membaca surat tersebut dan ternganga. Perlahan air mata menetes, rasanya semua pertanyaan yang pernah kuajukan pada diriku sendiri menyeruak dan terjawab oleh surat ini. Seperti ada yang memelukku sekarang ini. Entah karena matahari yang memang menyinariku kala itu, tapi rasa hangat yang sangat melegakan.
Aku baru mengetahuinya, hari ulang tahunku sesungguhnya. Aku baru merasakannya, kesenangan berlebih saat seseorang mengucapkan tentang hal sepele ini. Harapan pertamaku seumur hidup, aku baru menemukannya.
Ketika kau mendapatkan kotak ini ada di depan rumah, eomma dan appa hanya ingin kau yang membukanya. Tentu saja, ini hadiahmu. Selamat ulang tahun ke 17 anak eomma dan appa tersayang. Nikmatilah hidupmu, eomma dan appa selalu melihatmu dari surga sana. Kau sudah besar sekarang, walau tanpa eomma dan appa kau harus makan yang banyak untuk bisa lebih besar. Belajar yang benar supaya bisa jadi orang besar. Carilah banyak teman agar namamu jadi besar. Anak eomma dan appa haruslah besaarr~
Aku terkekeh dalam tangisku. Terputar rekaman saat aku masih satu tahun, satu satunya kenangan yang sulit untuk tidak di lupakan, karena hanya satu. Mereka selalu tertawa, mereka selalu bergembira, padahal mereka tak pernah mengajariku tentang kesedihan, tapi selama ini aku nyaman bersama kegelapan. Disekolah aku selalu menarik diriku, aku selalu merasa tak pantas untuk bersama mereka, padahal mereka semua sebenarnya selalu ada untukku. Selama ini aku tak menghargai hidupku, selalu memuntahkan kembali makanan yang masuk, tubuhku tak lebih dari tiang listrik di depanku. Selama ini aku selalu mengutuk kegembiraan, padahal sebenarnya aku membutuhkan hal itu.
Hiduplah seperti anak-anak normal lainnya. Berharaplah dan bermimpilah, tak akan ada yang menyalahkannya.
Eomma appa, jeongmal mianhaeyo. Aku selalu menyalahkan kalian, aku selalu membenci hidupku. Sesungguhnya aku sangat ingin hidup. Seharusnya aku menikmati hidupku. Tapi aku yang sekarang tak mau hidup dalam kesia-siaan dan keputus asaan. Tak ada lagi pertanyaan dan beban, tak ada lagi keluhan dan penyesalan, aku akan menikmatinya, sisa hidupku ini. Aku akan seperti teman-temanku yang cantik di sekolah, aku akan datang ke acara pesta kelulusan dengan gaun ini. Aku tak akan menghindari tatapan mereka, aku akan mendapatkan nomer telepon mereka. Aku akan punya pacar dan menikah lalu mempunyai anak dan menceritakan eomma dan appa pada mereka. Akan terkabulkan atau tidak yang penting aku punya mimpi, tujuan, dan harapan.
Aku akan menjadi besar. Aku janji. Aku akan malu bertemu dengan eomma dan appa nanti kalau aku masih seperti ini. Tak ada kata terlambat untuk berubah, sejam itu sudah cukup lama dan bisa diisi dengan banyak perbuatan besar. Walau waktuku sebentar lagi, aku akan memanfaatkannya dengan baik. Seperti eomma dan appa yang sampai akhir selalu bergembira, aku juga mau seperti itu. Aku bangga jadi anak eomma dan appa, aku berterima kasih sudah dilahirkan ke dunia ini. Terimakasih sudah mau menjadi orang tuaku. Terimakasih memberikan genetic sehingga aku seperti kalian, bahkan menjadi penderita AIDS juga, aku sangatlah berterimakasih.
Hanya karena satu kardus dari surga ini, aku benar-benar di sadarkan. Mulai hari ini, aku akan jadi besar eomma appa. Jeongmal saranghaeyo.
==the end==
Kamus :
Eomma : ibu
Appa : ayah
Jeongmal saranghaeyo : sangat mencintaimu
Jeongmal mianhaeyo : minta maaf sebesarnya

Hanya ingin kasih motivasi, life is never flat, detik detik berikutnya dari hidupmu tergantung dari apa yang kau lakukan di detik sekarang ini, akan menyenangkankah Atau tidak, yang penting hargai setiap waktumu, jadikan lebih berguna.

“Sejam itu sudahlah cukup lama untuk berubah, tapi setahun, dua tahun, ataupun 5 tahun, itu waktu yang sebentar untuk umur manusia.”

KOMEN CING LARIS, BUDAYAKAN COMMENT YUU KAWAN^^/

Rabu, 11 April 2012

Bokura Ga Ita manga-movie


Aku sengaja buat 2 karena di sini mau ngebacotnya xD
Bahasa Inggris ane lebih parah dari anak TK xD

disini aku mau bahas tuntas manga yang paling ngena di hati aku sampai saat ini*eaa

Aku baca ni manga pertama kali SMP kelas 1 kalo ga salah, setiap di gramedia pasti ketemu ini manga. Naluri untuk membaca manga hanya tertahan di sinopsisnya, dikarenakan gambarnya aku kurang srek, bagus sih, tapi aku dulu lebih suka baca yang moe moe gitu. Tapi karena penasaran sering banget ngeliat ni manga di toko buku, aku pinjem aja di taman bacaan xD #nahloh

Aku pinjem 3 vol langsung, mungkin vol pertama kurang kerasa tapi kalau masih ada hasrat coba aja sampe volume selanjutnya, baru kamu ngerasaain jalan ceritanya yang mulai menarik dan bikin ketagihan^^

HERE WE GOO!!


Jadi BOKURA GA ITA as we know Here We Are/ We Were There mangakanya Yuki Obata

Manganya udah di buat anime dan berencana ada movienya loohh

kita bahas dari MANGA nya dulu yaa ^^

Genrenya romance, school live, slice of life dan pastinya shojou, rada tragis juga sih


summary from mangahere
The start of high school life. To the girls, that also meant the start of their love lives. For brand new first year student, Takahashi Nanami (Nana for short), it was no different... She happens to end up in the same class as the incredibly popular Yano Motoharu, who rumors say...

Untuk manga terbitannya baru sampai vol13, manga ini sempet hiatus di taun 2008 dan muncul kembali taun 2009. Dan baru tamat taun 2012 ini di volume 16(liat mangahere) yeee*bunyiin terompet* Padahal sepak terjangnya udah dari 2002, 10tahun untuk ngerjain ni manga dengan 16vol 70chapter. Tapi hasil jalan ceritanya wedaann nguras air mata juga hati. Ceritanya complicated banget, dari SMA sampai kerja, cerita ini konsepnya seneng seneng baru sedih ampe nyelekit banget.

Karena aku udah lama bacanya jadi sedikit lupa lupa ingat, jadi saya ambil dari blog seberang yah^^/ #jiah

Character :
ada 4 karakter utama di sini, dan yang lainnya paling keluarga juga teman^^

Nanami Takahashi
Pretty clumsy, and looks very cute, cry baby, mungkin terlalu terobsesi dengan masa lalu Yano, tentang hubungannya dengan Nana-chan.

Yano Motoharu
A popular boy at his school, and most girls have a crush on him. He is an extreme flirt, and he thinks about perverted things mainly. Rada susah percaya sama cewe semenjak di khianati oleh Nana-chan (Nana Yamamoto)

Yuri Yamamoto
She is a quiet person, and very unsociable. It is later revealed that she, like many other girls, has a crush on Yano, even though her sister was Yano's girlfriend. Soon after it is discovered that she slept with Yano a few months after her sister's death. She feels that she was used but soon after believes that Yano felt pity for her or if better loved her as well. She becomes a love obstable between Yano and Nanami.

Nana Yamamoto
She is called Nana-san by most people to distinguish her from Nanami Takahashi. She dies in a car crash with her ex-boyfriend a year before the series takes place.


sinopsisnya :

Nanami Takahashi (Yoshitaka Yuriko) adalah seorang gadis yang akan memasuki tahun pertamanya di SMA. Namun, di hari pertama sekolah, dia menjadi korban lelucon oleh orang yang paling populer di sekolah , Motoharu Yano (Ikuta Toma), dan kebetulan mereka berada di kelas yang sama. Saat mereka berdua satu kelas, banyak hal yang terjadi antara mereka berdua dan akhirnya saling jatuh cinta dan mulai berpacaran.
Namun, hubungan mereka dibayang - bayangi oleh masa lalu Yano, dimana Yano memiliki seorang mantan pacar bernama Nana Yamamoto yang meninggal setelah mengkhianatinya.
Masalah menjadi lebih rumit, saat Yuri Yamamoto (Yuika Motokariya), adik Nana Yamamoto juga satu kelas dengan Nanami dan Yano. Yano berjuang untuk mengatasi kematian Nana dan perasaannya yang belum terselesaikan pada Nana, demikian juga harus Nanami belajar memahami Yano jika mereka berdua berharap untuk melanjutkan hubungan mereka satu sama lain.


sumber : indowebster

sedikit pemberitahuan telat, ini ga happy ending ;___;

Untuk animenya sendiri tampil di TV taun 2006 dan tamat di taun 2010 dengan 26 episode




Opening Theme:
"Kimi Dake wo... (君だけを・・・)" by Mi
"Only You... (君だけを…) " by Mi
Ending Theme:
#1: "Aishiteru (アイシテル)" by Mi (eps 1,8,10)
#2: "Koko ni ite (ここにいて)" by Kaori Asou (ep 2)
#2: "Koko ni ite" by Kaori Asou (eps 2,5, 24)
#3: "Sunset (サンセット)" by Mi (eps 3,18)
#4: "Suki dakara (好きだから)" by Izumi Katou (eps 4,6)
#5: "Futari no Kisetsu ga (ふたりの季節が)" by Nozomi Sasaki (eps 7,9,11,13)
#6: "Utsukushisugite (美しすぎて)" by Izumi Katou (ep 12)
#7: "Kimi ga iru (キミがいる)" by Izumi Katou (ep 14)
#8: "Merry Go Round (メリーゴーラウンド)" by Nozomi Sasaki (eps 15,16,19,22)
#9: "Kotoba" by Izumi Katou (eps 17,20,21,23,25,26)
#9: "Kotoba" by Izumi Katou (eps 17,20,21,23,26)
Insert song:
"Aozora (青空)" by Izumi Katou (eps 13,16,17)
"Hoshi wo Kazoeru Yori mo (星を数えるよりも)" by Ootsu Miki (eps 16,25)

seiyuu/dubbing :

Hiroshi Yazaki
 as Motoharu Yano
Nozomi Sasaki asNanami Takahashi (debut)
Yurin as Nana Yamamoto

Erina Nakayama asYuri Yamamoto
Kaori Shimizu as Mizu-chin
Takuji Kawakubo asMasafumi Takeuchi
Yuka Terasaki as Takachan

Hidekazu Ichinose as Kagawa(ep 11)
Kouta Suzuki as Student
Kumiko Itou as Student
Mayumi Akado asTakeuchi's Mother
Yoshirou Matsumoto as Teacher
Yuko Sasaki as Nanami's Mother
Yuriko Fuchizaki asYano's Mother
Yuuna Inamura as Student

Ratingnya lumayan juga loohh^^

Nah, setelah manga dan anime, mau dibuat movienya juga loohh, masih hangat hangat nih beritanya :D


 Dengan castnya yang bikin ngejerit xDD cek this out :


  Ikuta toma as Motoharu Yano
Yuriko Yoshitaka as Nanami Takahashi
Yuika Motokariya as Yuri Yamamoto

Takaoka Sousuke as Takeuchi Masafumi

 Love chart



Dan info lain yang bikin gragetan ‘Bokura Ga Ita mulai shooting bulan Mei ini, dan kemungkinan akan dirilis sebagai film dua bagian dalam musim semi tahun 2012.

Saat di tanya tentang perannya di bokura Ga Ita, Toma bilang gini "Ini mungkin yang terakhir kalinya bagiku memakai seragam sekolah, jadi aku akan menikmati manis dan asamnya kehidupan sekolah" Yeah!! Ganbatte Toma-kun !

untuk trailernya : 


Tertarik untuk nonton?? HARUS!!
Apalagi buat kalian pecinta IKUTA TOMA aka NAKATSU di hanazakari, jangan lupa siapin tisue segentong xD

Bokura Ga Ita movie (my fav manga)

Bokura Ga Ita/ We Were Here

Bokura Ga Ita, is one of my fav manga, this story always make me crying and smiling, if you read 1st book, its a lot comedy but in the end this story verry make me sad.

This manga profile from wikipedia ^.<

We Were There (僕等がいた Bokura ga Ita?) is a Japanese romance manga by Yuki Obata, which chronicles the love relationship between a boy called Motoharu Yano and a girl called Nanami Takahashi, starting from their teenage years and continuing during their early twenties. 

It has been serialized in Betsucomi from 2002 to 2012. The series went on hiatus in early 2008, but resumed publication in June 2009. It is licensed for an English language release in North America by Viz Media. It was adapted into a 26-episode television anime series which aired from July 3 to December 25, 2006.

In 2005, the manga won the Shogakukan Manga Award for shōjo *OMEDETOUU

Plot
The story starts with Nanami Takahashi, a teenage girl in her first year of highschool, who hopes to make new friends as soon as possible. The center of attention at her school is Motoharu Yano, a very popular boy, whom Nanami dislikes at the beginning, due to his apparent superficiality. However, she soon falls in love with him, but Yano is still affected by the loss of his girlfriend, Nana Yamamoto. Nana's death occurred in a car crash a year before the beginning of the story. Because she was with her ex-boyfriend at the time of her death, Yano suspects she was cheating on him. Due to this, he is unable to trust people or to talk about his late relationship; instead, he chooses to pretend he does not care very much about the situation.
Nanami ends by confessing to Yano, but rejects him when he is unable to tell her if he loves her back. Despite of that, she is still willing to support him and reassures him she will always be by his side. Soon, Yano realizes he fell in love with her as well, so they start going out. However, Yano's secrets (including the fact he slept with Nana's little sister, Yuri, after the accident and his unwillingness to talk about his feelings for his dead girlfriend) make Nanami unsure until the point she ends the relationship, believing she is unable to make him happy. The story becomes even more complicated when Masafumi Takeuchi, Yano's best friend, also falls in love with Nanami and becomes Yano's rival.
Due to these circumstances, Nanami is confused over whom she should choose, but she soon realizes that Yano is the one she genuinely loves. She accepts to start going out with him again, with the condition to find out more about the relationship between Nana and Yano and his true feelings about what had happened. Their romance takes an unexpected turn when Yano finds out that his mother wants to move to Tokyo. Nanami tells him not to take her into consideration, so Yano leaves the town with his mother. After half a year, he stops contacting Nanami and disappears without a trace.
After expecting him for four years, Nanami starts a relationship with Takeuchi. Even so, she is still in love with Yano and unable to forget about their common past - which is why she rejects Takeuchi when he proposes to her. She soon befriends a girl named Akiko Sengenji, who is later revealed to be one of Yano's classmates from the Tokyo highschool he transferred at. Akiko is in love with Yano as well, but, despite of that, she sees Nanami as a friend, not as a rival. She is the one who reveals Yano's whereabouts to Nanami and also the fact that he lives with Yuri Yamamoto. Upon meeting Nanami for the first time in more than five years, Yano claims he is in love with another woman, but when Nanami tells him that she knows about the relationship between him and Yuri, he admits that he only stays with Yamamoto because her mother is dying and he feels he can't leave her alone. He also tells Nanami about his mother's suicide, and also about his panic attacks. During this meeting, it is hinted that he's still in love with her.
Meanwhile, Takeuchi decides to continue his relationship with Nanami, but only as friends. He tells her that she will eventually reach Yano and asks her to wait for him. He also starts to push Yano to admit his own feelings for Nanami and points out that no matter how strong she seems, she is unable to deal with the situation by herself. Nanami and Yano have an unexpected meeting, during which Yano finally confesses he wanted her to hold him back instead of letting him leave with his mother. Shortly after, Yuri's mother dies, which prompts Yuri to end her relationship with Yano. She reveals to him that her sister Nana never cheated on him and that she only wanted to have a proper break-up with her ex-boyfriend at the time of the accident.
Yano decides to start over with Nanami and tries to contact her on the telephone. He fails several times due to her busy schedule, but eventually reaches her. During their talk, Nanami is involved in an accident and brought to the hospital unconscious. Terrified by the possibility of losing her, Yano rushes at her side - as a result, the two of them are reunited. The final of the manga shows Yano proposing to Nanami and then visiting Nana's tomb with her.
Characters
Nanami "Nana" Takahashi (高橋 七美 Takahashi Nanami?), the series protagonist, is a girl who falls in love during high school with the popular Motoharu Yano. They struggle with issues of trusting one another as the shadow of Yano's dead girlfriend, who was with another guy at the time she died, looms over them. In the manga, eventually Yano's inability to let go and her inability to focus on the future rather than the past lead to their breaking up. She eventually begins dating Takeuchi, Yano's best friend, but is unable to forget her former love. She is shown to be very sweet and caring, and she supports Yano unconditionally, even putting her own feelings and needs aside. She is described as having a "baby-like" face by both Yano and Takeuchi. In the anime adaptation, she is voiced by Nozomi Sasaki.
Motoharu "Moto" Yano (矢野 元晴 Yano Motoharu?) is a popular boy whose girlfriend was killed in a car crash while out with another guy. He has a hard time trusting Nanami, and displays jealousy and possessiveness, but he is also shown to be really childish and willing to receive affection (Nanami even compares him with a cat at one point). As the series progresses, he wrestles with his feelings for his dead girlfriend versus those for the living Nanami, whom he even calls "Nana-chan" at times. Yano moves to Tokyo with his mom, but after half a year he stops contacting Nanami, effectively breaking up with her. Eventually it is revealed that his mother killed herself, after which he disappeared. He reappears four years later, living with Yamamoto but still remembering Nanami. The tragedies he had to cope with left him in a deeply state of despair, making him to blame himself and believe there is something wrong with his way of loving. He lately manages to recover with Nanami and Takeuchi's help. In the anime adaptation, he is voiced by Hiroshi Yazaki.
Masafumi "Take" Takeuchi (竹内 匡史 Takeuchi Masafumi?) is Yano's close friend and becomes a friend and confidant for Nanami after she begins dating Yano. As the series progresses, he finds himself falling in love with her, leaving him unsure how to proceed. When Yano breaks up with Nanami, they begin dating. He eventually proposes, but she turns him down. He is a really understanding, calm and nice person and cares deeply for both Nanami and Yano (whom he calls "Moto"). After being rejected by Nanami, he decides to do his best to support her and bring Yano back to her. In the anime adaptation, he is voiced by Takuji Kawakubo.
Yuri Yamamoto (山本 有里 Yamamoto Yuri?) is the younger sister of Nana, Yano's late girlfriend. She suffers a lot because of her unrequited love for Yano. A week after Nana's death, Yano had sex with her. She originally believed he was simply using her, but later suspects he was pitying her. After Yano begins dating Nanami, she becomes an obstacle for their relationship as Yano continues displaying some closeness with her. After her mother gets sick, Yano moves in with her. When her mother dies, she decides to let Yano go and ends their relationship. She also reveals to Yano the truth about her sister's feelings for him. In the anime adaptation, she is voiced by Erina Nakayama.
Akiko "Aki" Sengenji (千見寺 亜希子 Sengenji Akiko?) is Yano's former classmate from Tokyo. She is also in love with Yano, but is well aware by the fact he only sees her as a friend. Therefore, she does not see Nanami as a rival. She is the one who reveals Yano's whereabouts to Nanami and is shown to have a hard time dealing with the whole story - she confesses at one point that she would be unable to wait for someone as long as Nanami did. Her character does not appear in the anime at all.
Nana Yamamoto (山本 奈々 Yamamoto Nana?) is Yano's girlfriend who died in a car accident before the start of the series. Despite of the fact she was older than Yano, she had a really childish personality, therefore being considered stupid by most of Yano's friends. She was the first woman Yano ever loved, which made her one of the most important obstacles in the relationship between him and Nanami. In the anime adaptation, she is voiced by Yurin.

Anime
We Were There was adapted into an anime series by ArtLand which premiered in Japan on July 23, 2006. It aired for twenty-six episodes until its conclusion on December 25, 2006. The episodes were released to nine Region 2 DVD volumes by Pony Canyon, with each volume containing three episodes, except the final volume which contained two. The first volume was released on October 4, 2006 and the last on June 6, 2007.
Film
Main article: Bokura ga Ita (film)
In May 2011, production on a live-action film adaption of the manga was announced and the film will be released in two parts.The film is being directed by Solanin and stars Ikuta Toma and Yoshitaka Yuriko.It is expected to be released in Japanese theaters in the spring of 2012.

Other media
Two CD soundtracks, produced by Marvelous Entertainment, were released by Geneon Entertainment on February 7, 2007 using music from the anime adaptation. Eternity (永遠 Eien) contained twelve tracks, while Locus (軌跡 Kiseki) contained twenty-two.
A fan book, We Were There Official Fan Book (僕等がいた 公式ファンブック Bokura ga Ita Koushiki Fan Bukku) containing character profiles, a summary of the story, and commentary on the series from Obata was published by Shogakukan on November 25, 2005.A 36 page post card book was released December 21, 2007.

Quote for today

EVERYTHING WILL BE OKAY IF WE ALWAYS TOGETHER

school uniform

I wondering someday im wear a uniform like seifuku in this picture


Japan uniform or seifuku have a lot of model and that all so cute. Japan introduced school uniforms in the late 19th century. Today, school uniforms are common in many of the Japanese public and private school systems. The Japanese word for this type of uniform is seifuku (制服?). (wikiperdia)

Seifuku is female uniform also know sailor outfit. The sailor outfit (セーラー服?) is a common style of uniform worn by female middle school and high school students, and occasionally, elementary school students. It was introduced as a school uniform in 1920 in Heian Jogakuin (平安女学院?)[6] and 1921 by the principal of Fukuoka Jo Gakuin University (福岡女学院?),[7] Elizabeth Lee. It was modeled after the uniform used by the British Royal Navy at the time, which Lee had experienced as an exchange student in the United Kingdom. (wikiperdia)

Seifuku model like a sailor, the accesories like ribbon have another type



ada juga yang rok nya kotak kotak yang ciri khas Jepang banget


Setiap musim ganti ganti modelnya, sesuai cuaca kalo summer lengan pendek, kalo winter lengan panjang juga mereka pada pake blazer atau sweeter

Duuh, pamer nih yah...
Selain model seifuku tiap sekolah beda-beda untuk ngasih tau mereka dari sekolah mana, ada juga emblemnya


Kalo cewenya seifuku, for male wear gakuran^^/



baju baju ini suka dipamerkan di berbagai dorama juga, jadi selain ingin nonton doramanya biasanya saya ingin liat kemanisan anak Jepang mengenakan pakaian sekolah.


Japan idol in school uniform

 AKB48 kebanyakan mereka perorm dengan kostum anak sekolahan

miura haruma dan oguri shun, aa~ hansamuu :D


terus seifuku di anime dan manga lebih lucu lagi looh, emang sedikit heboh, tapi tetap kawai~



sedangkan seragam gue, my fail uniform -___-
numpang pinjem muka ya neng

Selasa, 10 April 2012

Boys Like Girls

This is male kpop idol who suite in girls dress xD


its my version yaa




IN FIRST POSITION!! KIM HEECHUL-LADY HEEHEE :D



SECOND PLACE IS LEE TAEMIN YOOO
3TH PLACE FOR LEE SUNGMIN, HE CUTIE GIRL^^
AND THEN KIM JAEJOONG, I LIKE CALL HE JAEMAA XD

URI LEADER KWON JIYEONG, NICE IN GIRL APPEARANCE XD


THEY ALL BOYS WHO NICE IN DRESSING BECOME THE GIRL, But its the real PERFECT become the girl





REN NU'EST, YOU LOOK LIKE MY SISTER XDD


ONCE AGAIN, THIS FAIL XDD



WOYOUNG 2PM XDD


DAESUNG EOMMA XDD
 OHHH SHINDOONGG

YOU'RE ALL CUTIEST BOYS XDD